Sambut Ramadhan Sebagai "Tamu VVIP", TRK Holding Gelar Tausiah dan Doa Bersama

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti lobi Kantor Pusat TRK Holding di Kolaka pada Jumat sore (06/02/2026). Sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kualitas sumber daya manusia secara holistik, TRK Holding kembali menggelar agenda rutin Tausiah Menjelang Ramadhan.

Acara ini diawali dengan sambutan hangat dari Direktur Operasional (Dirops) TRK Holding, Bapak Yus Marasabessy. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin perusahaan yang berfokus pada pembinaan rohani Insan TRK.

"Kita berharap melalui kegiatan ini, tercipta keseimbangan yang selaras antara urusan dunia dan akhirat bagi seluruh karyawan. Saya juga ingin mengingatkan, ibadah puasa yang akan kita jalankan nanti tidak boleh menjadi penghalang, melainkan justru menjadi pemicu untuk kita tetap produktif dan memberikan kinerja terbaik," tegasnya.

Memasuki rangkaian acara, suasana lobi seketika menjadi syahdu tatkala lantunan Surah Yasin menggema. Pembacaan ayat suci ini dipimpin dengan suara merdu oleh Ustadz Lukman Saraji, LC., selaku Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizd Quran Mir'atul Mujahid Kolaka. Lantunan tersebut diikuti dengan khusyuk oleh para santri dan seluruh karyawan Kantor Pusat TRK Holding.

Usai pembacaan Surah Yasin, acara dilanjutkan dengan siraman rohani yang disampaikan oleh KM Andi Muh. Awaluddin Syam, S.Ag. Dalam tausiahnya, beliau mengutip pesan indah dari Imam Ahmad Bin Hambal mengenai keutamaan majelis Al-Quran.

"Tidaklah suatu tempat dibacakan Al-Quran di dalamnya secara berjamaah, kecuali Allah mengampuni dosa semua orang di dalamnya. Selain itu, rezeki orang yang membaca dan mendengarkannya akan dilancarkan. Insya Allah, berkat keberkahan bacaan Al-Quran hari ini, Allah mengampuni dosa-dosa dan memperlancar rezeki kita semua," tuturnya yang diaminkan oleh seluruh jamaah.

Lebih jauh, KM Andi Muh. Awaluddin Syam, S.Ag. mengibaratkan bulan Ramadhan sebagai tamu yang sangat spesial, layaknya tamu VVIP. Oleh karena itu, menyambutnya tentu memerlukan persiapan dan "protokoler" khusus agar tamu agung tersebut tidak tersinggung saat datang.

Hal inilah yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Memasuki bulan Rajab, Nabi melazimkan doa: "Allahumma Bariklana fi Rajab wa Sya'ban wa ballighna Ramadhan" (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikanlah umur kami ke bulan Ramadhan).

Bulan Rajab dan Sya'ban pada hakikatnya adalah pintu-pintu gerbang persiapan untuk menyambut bulan yang mulia. Beliau pun mengajak seluruh Insan TRK untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan pikiran yang suci. "Bagaimana caranya? Sebelum masuk bulan Ramadhan, mari kita perbanyak amalan zikir dan istighfar," pesannya.

Antusiasme karyawan TRK Holding sangat terasa pada sesi tanya jawab. Ibu Azzahra, salah satu karyawan, bertanya mengenai cara membersihkan diri secara spiritual dari dosa-dosa masa lalu sebelum Ramadhan tiba.

Menjawab hal tersebut, Ustadz menyarankan agar Ramadhan didahului dengan mandi taubat dan shalat sunnat taubat. "Lakukanlah di sepertiga malam terakhir, karena itu adalah puncak spiritual manusia di mana tidak ada jarak antara hamba dengan Allah. Saat shalat taubat, mohon ampunlah kepada Allah, ingat, renungi, dan sesali dosa-dosa tersebut," jelasnya.

Pertanyaan menarik lainnya datang dari Bapak Rama yang menanyakan tips mengendalikan emosi dan hawa nafsu saat bekerja di bawah tekanan ketika berpuasa. Ia juga menanyakan hukum membaca Al-Quran menggunakan perangkat tablet/gawai milik rekannya yang kebetulan non-Muslim.

Terkait emosi di tempat kerja, Ustadz memberikan pandangan yang mencerahkan. "Ada perbedaan antara laparnya orang yang sekadar tidak makan, dengan laparnya orang berpuasa. Jika sekadar lapar, emosi memang mudah meledak. Namun, berkah dari niat berpuasa adalah kemampuan auto-control (pengendalian diri) yang muncul secara otomatis. Tinggal bagaimana motivasi diri kita untuk menjaga agar puasa tersebut sempurna," papar beliau.

Mengenai penggunaan tablet milik non-Muslim untuk membaca Al-Quran, beliau menjelaskan bahwa hal tersebut diperbolehkan. Perangkat elektronik hanyalah wasilah (perantara/alat), mengingat kita tidak selalu bisa membawa mushaf fisik ke mana-mana. "Meminjam milik non-Muslim pun tidak masalah. Apakah pahalanya mengalir juga ke pemiliknya? Wallahu A'lam (Hanya Allah yang Maha Mengetahui)," tutup Ustadz tersenyum ramah.

Acara sore itu ditutup dengan doa bersama. Melalui pembinaan rohani ini, manajemen TRK Holding berharap seluruh Insan TRK siap menyambut bulan suci Ramadhan dengan jiwa yang bersih, serta mampu memadukan spiritualitas yang tinggi dengan produktivitas kerja yang maksimal.